Rabu, 18 Oktober 2017

WALI PAIDI 9-12

(Pengarang : tidak tahu, diambil dari blog ekapitano)

wali paidi berpenampilan lain dari biasanya, dia tampil gaul sekali, memakai sepatu unkl347, celana jeans pensil airplane system, dan kaos merk spilis infection, walaupun semua pakaiannya ini pemberian dari adik mas kiai mursyid yg kebetulan buka toko pakaiandistro….. dan dengan memakai kaca mata BL hitam invictus , wali paidi berangkat untuk memenuhi undangan mas kiai mursyid dalam rangka tasyakuran dan pembukaan toko onderdil barunya yang mana semua barangnya lansung didatangkan dari luar negeri, mas kiai mursyid ini kalau bisnis memang tidak mau setengah2 , sekali terjun beliau langsung menyelam sekalian
sekitar jam 09:00 pagi wali paidi sudah sampai ditoko mas kiai mursyid, tampak terop yg mewah yg tidak begitu besar berada di depan toko, dibawah terop sudah berjajar rapi kursi yg terbungkus kain putih yg sebagian besar sudah terisi, di depan terop ada geladak kecil yg juga tertutup kain putih yg diatasnya ada karpet merah yg disebelah kirinya ada piano semacam elektone, music barat slowrock berkumandang mulai awal acara,
yang unik, ada sebagian tamu yg datang memakai kopyah dan sarung sedang tamu lainnya berpaikan ala executive muda, memang mas kiai mursyid ini mengundang seluruh pelaku bisnis didalam kota dan sebagian dari luar daerah, mas kiai mursyid ini menyeting acara pada pembukaan tokonya ini dg model seperti acara pembukaan toko onderdil pada umumnya tidak seperti acara yg biasa dilakukan seorang kiai di kalangan pesantren apalagi mas kiai ini adalah seorang mursyid.
Wali paidi tidak lansung duduk ditempat acara, tapi langsung menuju dapur umum mecari kopi, setelah dapat kopi wali paidi duduk di podjok toko, mengeluarkan sebatang rokoknya sambil menunggu kedatangan mas kiai mursyid, sambil menyedot rokok mastna wastulasa warruba’ wali paidi mengawasi semua temu yg datang, wali paidi tersenyum kecil ketika melihat kekikuk an para tamu yg memakai kopyah dan sarung itu, mereka tampak rikuh duduk dikelilingi para tamu yg berpenampilan beda dari mereka dan di tempat yg acaranya tidak di duga oleh mereka sebelumnya,
dari arah belakang datanglah seorang pemuda yg penampilannya seperti wali paidi ini, mengahampiri dan duduk disamping wali paidi, pemuda ini adalah adik mas kiai mursyid.
‘’ udah lama kang..’’tanya pemuda ini setelah mrk bersalaman
‘’ gak, barusan aja dating…” jawab wali paidi
Sebelum wali paidi bertanya soal tamu yg berkopyan dan sarungan itu, adik mas kiai mursyid ini sudah menjelaskan kpd wali paidi tetang mereka
‘’ anu kang..sebenarnya mas kiai mursyid meminta bantuan kepada kiai akhmad untuk mendatangkan santri – santrinya untuk datang kesini guna membantu bagian akomodasi (bagian angkat2 meja) tapi terjadi salah paham, ternyata yg dikirim kiai ahmad kesini adalah para ustads dan penggede2 thoriqoh, dikiranya mas kiai mursyid mengadakan acara kumpulan thoriqoh, jadinya ya seperti ini hehehe…” adik mas kia mursyid menjelaskan kpd wali paidi
“ oh..begitu tho ceritanya…” jawab wali paidi
Tidak lama kemudian datanglah mas kiai mursyid dg bercelana jeans di iringi cewek2 cantik yg berpakaian minim, tampak seksi2 dan mulus2…..mereka ini para sales promotion girl yg didatangkan mas kiai mursyid untuk mengisi diacara pembukaan tokonya ini
Para tamu bertepuk tangan menyambut kedatangan mas kiaimursyid ini, kecuali para tamu yg berkopyah dan sarungan , mereka hanya melongo dan terheran-heran melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid ini, memakai jeans dan dikelilingi cewek2 cantik…..dihati sebagian para penggede2 thoriqoh ini mulai timbul keraguan atas kemursyidan mas kiai ini, dan memang para penggede2 thoriqoh ini sebagian besar dulunya adalah murid abahnya…
Setelah acara ceremonial dimulai dan peresmian atas dibukanya toko onderdil ini sudah dilakukan tibalah waktu hiburan, music mulai mengalun lagi dan yg lebih menggeparkan, mas kiai mursyid ini tampil di panggung mini berjoget ria bersama para sales promotion girl yg berjumlah 15 orang ini..
Para penggede2 thoriqoh semakin melongo melihat mursyid mereka berjoget dan bersenda gurau dg para sales promotion girl yg rata – rata cantik dan seksi ini, wali paidi hanya tersenyum melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid, wali paidi melihat diantara sales promotion girl ini ada satu yg wajahnya sangat mirip dg mulan jameela…wali paidi hanya membathin
“ ada – ada aja mas kiai mursyid ini..”
Tiba –tiba mas kiai mursyid ini turun dr panggung mini dan menghampiri wali paidi, selanjutnya menggandeng tangan wali paidi, ditarik ikut dan diajak joget diatas panggung mini dan mas kiai mursyid ini menggandengkan wali paidi dg cewek yg wajahnya mirip dg mulan jameela itu
Ketika wali paidi memegang tangan cewek yg sangat mirip mulan jameela ini detak dzikir jantung wali paidi semakin kencang, dari tangan cewek ini terdengar kalimat “ ya..latief…ya latief…ya..latief…”
Dan dari paha dan pantat sicewek keluar kalimat “ ya…jamal…ya..jamal…” dari seluruh anggota badan si cewek ini mengeluarkan kalimat2 asmaul husna…
Wali paidi seakan berjoget ditaman surga, music dan suasana berubah seperti di surga, bunga – bunga yg indah bermunculan disekitar taman harum semerbak mewangi…wali paidi berjoget berputar putar mengikuti alunan music yg begitu indah….
Wali paidi baru tersadar ketika mendengar suara mas kiai mursyid “ wes kang…ayo balik ke dunia lagi, jangan disurga terus…ini acara jualan onderdil belum selesei…hehehe…..,,,,,,
WALI PAIDI 10
Sehabis dari acara peresmian toko mas kiai mursyid, wali paidi pamit pulang, sebenarnya uang wali paidi ini sudah habis sama sekali dikasihkan kepada tamu-tamu mas kiai mursyid yg bersarug dan berpeci itu, sebagai uang kaget, kaget atas acara yg begitu menghebohkan. mas kiai mursyid yg tahu kalau wali paidi ini kehabisan uang malah menggodanya, ketika wali wali paidi pamit padanya
“ kang..duwit sampeyan kan masih banyak, jadi aku wes gak usah nyangoni, ini garam aja sampeyan bawa…” ucap mas yai musyid
"hehehe…iya mas yai terimakasih…”ucap wali paidi
Memang mulai mbah yai, abah yai sampai mas yai mursyid ini garam adalah cenderamata pondok beliau-beliau ini, garam “suwuk” ini bisa digunakan untuk apa saja, mengobati penyakit dhohir maupun bathin, dan masih banyak kegunaan lainnya tinggal niatnya apa bagi yg menggunakannya…
Adik mas kiai mursyid menawarkan untuk mengantar wali paidi ke terminal tapi wali tidak mau
“ saya jalan kaki saja sambil jalan-jalan menikmati pemandangan..” ucap wali paidi kepada adik mas kiai mursyid
Setelah bersalam salaman wali paidi pamit dan meneruskan berjalan ke arah terminal, dzikir selalu menyertai setiap langkah wali paidi ini, ketika wali paidi melintasi jalan di pinggir alun-alun ada segerombolan pemuda yg
mengawasi wali paidi, dg tersenyum wali paidi meneruskan langkahnya, wali paidi sebenarnya sudah tahu kalau sebentar lagi dia akan dicegat dan di palak dimintai duwit oleh mereka, ini yg jadi ganjalan hati wali paidi, karena dia sudah gak punya uang sama sekali, dia akan malu sekali karena tidak bisa memberi kpd orang yg meminta
“kasihan mereka kalau sampai tidak mendapatkan uang dariku” bathin wali paidi
Wali paidi berusaha menghidar karena malu, dia menyebrang jalan berusaha menghindari mereka tapi gerombolan pemuda ini mengikutinya dan satu orang maju kedepan mencegat wali paidi
“ duwit..serahkan duwitmu..ayo cepat…” ucap pemuda itu yg rupanya pimpinan gerombolan ini
Wali paidi dengan tersenyum membuka kaca mata hitamnya dan melihat satu persatu para pemuda gerombolan ini, di kaos pimpinan gerombolan ini ada symbol hati yg bersinar yg bertuliskan “SH” ,
mereka yg melihat wali paidi yg begitu tenang jadi keder, dan mereka heran melihat ketenangan dan tampak tidak ada ketakutan sama sekali diwajah wali paidi
“ mohon maaf yg sebesar- besarnya aku tidak punya uang sama sekali, maaf aku membuat kalian kecewa, uangku sudah habis kukasihkan kepada orang lain “ ucap wali paidi kepada ketua gerombolan ini
Ketua gerombolan ini hatinya jadi bergetar ketika melihat tatapan mata wali paidi yg begitu teduh, hati pemuda ini jadi damai, dan tanpa disadari mata pemuda ini mulai berkaca-kaca, pemuda ini mulai teringat dg dosa-dosanya selama ini, pemuda ini juga tidak tahu mengapa hatinya begitu trenyuh dan teringat dg masa
lalunya teringat dengan pesan- pesan gurunya dahulu
Kawanan gerombolan ini juga ikut terdiam melihat pimpinan mereka diam tak bergerak sama sekali, mereka jadi heran, biasanya mas gohell (yg nama aslinya sholeh) ini kalau ada orang dimintai duwit tapi tidak memberi lansung dipukulinya sampai kelenger tapi sekarang tidak bergerak menghadapi pemuda ini
“ saya tidak bisa memberi apa- apa, ini ada garam kalau sampeyan mau, katanya ibu sampeyan sekarang sakit…” ucap wali paidi kepada pimpinan gerombolan ini yg ternyata bernama gohell
Pemuda yg bernama gohell ini jadi heran setengah mati, pemuda distro ini (wali paidi) kok bisa tahu kalau sekarang ibunya lagi sakit dan sudah berhari – hari ini hatinya galau memikirkan penyakit ibunya yg gak sembuh-sembuh, hatinya begitu trenyuh dg perhatian wali paidi terhadap ibunya, karena selama ini semua orang dikampungnya tidak ada yg perduli dg keluarganya mereka hanya mencibir tidak pernah memperhatikan keluarganya
Tanpa bisa ditahan pemuda ini terduduk dihadapan wali paidi dan menangis tersedu-sedu…….
( bersambung )
WALI PAIDI 11
 Anak buah gohell yg berjumlah tujuh orang ini lebih heran lagi melihat pemimpin mereka terduduk dan menangis tersedu-sedu dihadapan wali paidi, tanpa dikomando mereka mendekati pimpinan mereka dan membuat pagar betis melingkari wali paidi dan gohell, mereka berdiri melingkar menutupi mereka supaya orang – orang tidak tahu kalau pimpinan mereka menangis, mereka malu kalau orang-orang melihat pimpinan mereka menangis,
 masak pimpinan preman kok nangis…(he..he..he..)
Wali paidi menepuk nepuk pundak gohell, dan menariknya untuk berdiri lalu berkata :
“ udah mas, aku sama sampeyan ini masih saudara jadi gak usah sungkan…”
Gohell berdiri dan mengusap air matanya, kemudian merangkul wali paidi
“ makasih…mas…” ucap gohell kpd wali paidi
Mereka lalu bersalaman di ikuti seluruh anak buah gohell juga bersalaman kepada wali paidi. Suasana menjadi cair kembali,tidak lama kemudian suasana jadi akrab, seakan wali paidi dan gerombolan gohell ini adalah teman yg sudah lama kenal, karena wali paidi ini pintar mengeluarkan joke-joke segar yg membuat gohell dan anak buahnya tertawa terpingkal-pingkal
“ ayo ngopi dulu mas….” Ajak gohell kpd wali paidi
“ monggo…..” jawab wali paidi
Mereka berdua dan seluruh anak buah gohell menuju ke warung dipinggir jalan, setelah mengambil tempat duduk mereka memesan kopi, anak buah gohell menunggu di luar warung
“ mas kalo bisa sampeyan berhenti malak orang, kasihan gurumu mas…” ucap wali paidi
“ iya mas, saya akan berusaha mencari kerja yg bener, do’akan aja…” sahut gohell
“ jangan sampai perguruan sampeyan Setia Hati ( SH ) itu menjadi singkatan Perguruan Sakit Hati, gunakan kepandaian silatmu itu sebagai senam untuk kesehatan, itu yg cocok untuk jaman sekarang ini, beda dg jaman ketika orang islam masih punya musuh dulu, jangan belajar silat untuk mencari kesaktian atau untuk perisai diri,
karena perisai diri yg lansung dari Allah adalah shodaqoh, belajarlah silat hanya untuk kesehatan, maka kamu tidak akan mencari musuh atau dicari musuh…” kata wali paidi
Sambil nyeruput kopinya wali paidi berkata lagi kepada gohell
“ kalo belajar silat untuk mencari kesaktian atau kekuatan jadinya ya seperti ini, sesama saudara seperguruan tawur, tidak rela melihat perguruan lain unjuk kekuatan, seperti kemarin terjadi penyerbuan terhadap konvoi perguruan kera sakti yg diduga dilakukan oleh perguruan SetiaHati…”
“ iya mas, memang aku dulu belajar ilmu silat untuk mencari kesatian / kekuatan , setelah lulus aku bingung gimana cara melihat kalau aku ini sudah kuat, akhirnya aku mencari gara-gara supaya punya musuh dan keterusan sampai jadi seperti sekarang ini..”ucap gohell sambil menunduk
Setelah ngobrol-ngobrol yg cukup lama gohell ini akhirnya terbuka hatinya, mengerti tentang apa arti hidup ini, mengerti manusia itu tinggal menjalankan peran dari Allah, mengerti akan dirinya berperan sebagai apa dan menjalankan sebaik-baiknya peran trsebut, ada yg berperan sebagai ulama, guru, pedagang, petani dll, hanya ketaqwaan kepada Allah yg dinilai dari menjalankan peran tersebut
“ trus sampeyan sekarang mau kemana “ Tanya gohell kepada wali paidi
“ mau ke terminal “ jawab wali paidi singkat
“ hehehe..maksudku tujuan sampeyan dari terminal “ Tanya gohell lagi
“ mau sowan kepada salah satu guruku…” jawab wali paidi
“ kalau begitu mari saya antar “gohell menawari wali paidi
“ baiklah, ayo…” ucap wali paidi
Gohell mendekati pemilik warung dan menanyakan habis berapa semuanya, pemilik warung terdiam merasa heran dengan sikap gohell, karena biasanya gohell ini kalau makan minum di warungnya tidak pernah bayar, pemilik warung tersebut sangat gembira dg perubahan sikap gohell ini
“ udah gak usah bayar mas, anggap saja ini sebagai selamatan buat mas, selamatan kalau sampeyan telah terlahir kembali, mudah-mudahan tobat sampeyan ini sebagai taubatan nasuha..”ucap pemilik warung kepada gohell
Setelah mengucapkan terimakasih gohell mengantarkan wali paidi ke terminal, dalam perjalanan gohell menanyakan perihal tentang orang –orang sholeh yg di ketahuwali paidi, wali paidi menceritakan dg singkat perihal mereka, tentang sifat dan kelebihan para orang-orang sholeh tersebut, tidak begitu lama akhirnya mereka sampai keterminal, Gohell memanggil salah satu anak buahnya dan membisikkan sesuatu kepadanya,lalu anak buahnya itu pergi,
“ jangan berangkat dulu mas,tunggu sebentar” kata gohell kpd wali paidi
Tidak begitu lama anak buah gohell itu datang sambil menyerahkan sesuatu kpd gohell, lalu gohell mendekati wali paidi dan menyerahkan sesuatu tsb kepada wali paidi
“ ini mas tolong jangan ditolak “ucap gohell kpd wali paidi
Ternyata sesuatu tersebut didalamnya ada uang ribuan yg sebagian sudah kumal, dan ada 2atau 3 uang lima ribuan, wali paidi terkejut ketika menerima uang daari gohell tersebut
“ jangan kuatir mas, itu bukan uang haram, itu uang sumbangan dari teman-teman , dan saya minta dg sangat jangan ditolak“ jelas gohell kpd wali paidi
Wali paidi menerima pemberian gohell tersebut, setelah bersalaman wali paidi naik ke atas bus, masih banyak bangku kosong, wali paidi mencari tempat yg enak buat duduk, akhirnya wali paidi memilih tempat ditengah,setelah bus baru berjalan tampak pedagang rokok naik ke atas bus menjajakan dagangannya,
ketika wali paidi hendak memanggilnya sipedagang tersebut sudah menghampiri wali paidi dan menyerahkan sebungkus rokok Dji Sam Soe dan berkata
“ ini pemberian dari mas gohell sebagai rasa terimakasih.”
Begitu juga dengan pedagang-pedagang yg lain, di dalam perjalanan mereka semua mengasihkan satu barang dagangannya kepada wali paidi atas nama gohell, mulai penjual minuman sampai penjual kacang, bahkan penjual bollpoint dua ribu dapat 3 juga menyerahkan bollpointnya atas nama dan rasa terimakasih gohell kpd wali paidi, ketika wali paidi mau membayar karcis bus, pak kondektur juga membebaskan wali paidi atas nama gohell juga, wali paidi hanya geleng-geleng kepala
“ gendeng, sholeh ini…..” bathin wali paidi tersenyum sambil teringat wajah gohell sekitar dua jam perjalanan,
wali paidi akhirnya sampai disebuah kota yg dulunya adalah sebuah wilayah kerajaan majapahit, wali paidi turun sambil membawa satu kresek besar yg berisi minuman dan makanan ringan pemberian dari pedagang-pedagang asongan di atas bus, baru melangkah turun dari bus wali paidi lansung dihampiri seorang gila yang berambut gimbal, orang gila tersebut langsung menarik – narik tas kresek wali paidi
“ di. .paidi…sini minuman dan makanan ini punyaku..” ucap orang gila tsb, lalu ngeloyor pergi
Wali paidi membiarkan saja tas kreseknya direbut, dan dia hanya terus mengikuti orang gila tsb karena dia penasaran, orang gilaini kok tahu namanya….
WALI PAIDI 12
Terlihat di sudut terminal orang gila ini tertawa-tawa menikmati makanan dan minuman hasil rampasannya, wali paidi berjalanperlahan mendekati orang gila tsb, dan kira-kira setelah jarak wali paidi dan orang gila itu berjarak 10meteran orang gila tsb berkata dg masih makan dan minum
“ gak usah heran di, orang yg dekat dg tuhannya apa yg tidak di ketahui di muka bumi ini, yg diketahui gusti Allah juga diketahui oleh para kekasihnya, apalagi namamu terkenal di langit sana, namamu seringkali muncul karena seringnya kamu usul ke gusti Allah..”
Dg masih memegang minuman sprite kaleng orang gila tsb berkata lagi
“ para malaikat sering berkata,gusti wali paidi usul begini, gusti wali paidi minta begini, hampir semua malaikat mengenalmu ,karena seringnya kamu minta dan usul ke gusti Allah…. seharusnya kamu malu di, minta-minta terus seperti pengemis….hehehe “
Wali paidi terdiam, seperti ditelanjangi, wali paidi menghampiri orang gila tersebut dan mencium tangannya, ketika wali paidi memegang tangannya,wali paidi kaget karena tangan orang gila ini bagaikan tidak ada tulangnya terasa halus, begitu lembut dan berbau sangat wangi, ketika wali paidi mau menanyakan namanya, orang gila ini mendahului berkata :
“ kamu gak usah tahu namaku,udah sana… kamu pergi sowan ke kyaimu sana, nanti kita bertemu disana, dan kalau kamu melihat kyaimu sedang ada tamu agung kamu sebaiknya lansung pamit aja…"
Wali paidi cuma mengangguk terdiam ,setelah mengucapkan salam wali paidi pergi dari situ dan berangkat untuk sowan ke kyainya. wali paidi melanjutkan perjalanan dg naik becak, setelah sampai wali paidi langsung menuju ke ruangtamu, disana dia disambut salah satu santri kyai yg selalu standbay melayani tamu – tamu, belum lama duduk, ada dua tamu yg juga mau sowan ke kyai, mereka berdua duduk disamping wali paidi, tidak seperti biasanya kyai kali ini tidak langsung menemui mereka bertiga, wali paidi dan kedua tamu menunggu sekitar satu jam lebih baru kyai keluar wali paidi dan kedua tamu lansung bersalaman dg kyai, mereka bertiga mencium tangan kyai dg penuh ta’dzim, yg sangat berbeda sikap wali paidi terhadap kyai ini,wali paidi tampak sangat ta’dzim berhadapan dg kyai, wali paidi hanya bisa menunduk, dan tampak butiran-butiran air mata mulai membasahi pipi wali paidi,setelah kyai baru saja duduk, wali paidi maju bersalaman lagi dan mohon pamit, kyai hanya tersenyum dan merestui wali paidi,
“ iya di, salam aja ke dulur-dulur semua “ ucap kyai
“ inggih kyai…” jawab wali paidi dg masih menunduk
Kedua tamu ini heran melihat sikap wali paidi, mereka menunggu begitu lama tapi setelah kyai keluar, wali paidi kok lansung mohon pamit. Satu diantara dua tamu ini penasaran dan menanyakan hal tersebut kepada kyai
“ kyai, mas tadi itu menunggu panjenengan dg kami begitu lama,tapi setelah kyai datang, mas tadi lansung mohon pamit ada apa gerangan kyai.” Tanya tamu
“ hmm…..gimana yah, kamu lansung aja ke orangnya dan tanyakan hal itu, dia belum pergi jauh, sekarang dia masih duduk-duduk dipagar jembatan “ jawab kyai
Setelah mohon ijin dan keluar sebentar tamu tadi mencari wali paidi, dan benar apa yg dikatakan kyai, wali paidi masih duduk dipinggir jembatan
“ assalamu’alaikum…” ucap tamuini kepada wali paidi
“ wa alaikum salam…” jawab wali paidi
“ maaf mas, saya penasaran dg sikap sampeyan tadi, kok lansung mohon pamit ketika baru ketemu kyai…” Tanya tamu dg penasaran
“ hmm, gimana tidak lansung mohon pamit kang, wong disamping kanan kyai ada baginda rosul dan disamping kiri kyai ada nabiyullah hidir, apa yg mau saya omongkan kalau mereka berdua hadir di samping kanan dan kiri kyai…..” jawab wali paidi dg mata yg berkaca - kaca
“oh……..” ganti si tamu jadi heran dan melongo
BERSAMBUNG...

WALI PAIDI 5-8

(Pengarang : tidak tahu, diambil dari bloq ekapitano)

Sesampainya dirumah sehabis dari gunung arjuna, wali paidi menjalankan aktifitas sebagaimana biasanya, tiap pagi wali paidi pergi kepasar berjualan minyak wangi, orang2 dipasar dan dirumahnya biasa memangilnya kang paidi tukang minyak, sekitar jam 1 siang wali paidi ini menutup tokonya dan pulang,
setelah sholat ashar sehabis istirahat siang wali paidi mengajari anak2 kecil dilanggarnya belajar membaca al qur'an sampai waktu magrib, dulu dilanggar wali paidi yg sederhana ini ramai sekali dipenuhi anak2 kecil yg belajar mengaji, tapi setelah ada sistem iqro' dan qirati, langgar wali paidi ini sepi, anak2 pada pindah ke TPQ2 yg memang banyak tersebar dikampungnya wali paidi ini,
wali paidi sebenarnya juga ikut pelatihan metode iqro maupun qiroati yg diwajibkan kepada seluruh guru TPQ guna mendapatkan syahadah (semacam ijazah), tapi wali paidi tidak lulus dlm pelatihan ini krn seringnya wali paidi merokok dan bawa kopi di dalam kelas. jadinya di langgar wali paidi ini metode yg digunakan tetap memakai metode lama yaitu metode bagdadi, krn bagi guru TPQ yg tdk pny syahadah tdk boleh mengajar dg memakai metode iqro maupun qiroati dan lama kelamaan murid2 wali paidi habis tinggal 5 anak saja yg tetap mengaji di langgarnya wali paidi, orang tua dari kelima murid wali paidi ini tetap mempercayakan anaknya ke wali paidi ini di sebabkan masalah ekonomi, mereka adalah orang2 miskin yg tidak mampu membelikan seragam TPQ dan buku terhadap anak mereka, daripada tidak mengaji mereka tetap menitipkan anak2nya kpd wali paidi, krn dilanggar wali paidi ini tidak ada tarikan uang, mereka bebas dari biaya apapun, malah mereka sering dikasih uang jajan oleh wali paidi ini.
menjelang magrib datanglah seorang pemuda yg kira2 berumur 35 tahun mencari wali paidi, pemuda ini adalah seorang murid thoriqoh yg disuruh gurunya mencari wali paidi.
" nak carilah kiai didaerah ini namanya ali firdaus tapi orang2 dikampungnya biasa memanggil dg sebutan paidi ( orang yg memberi faedah ), umurnya seumuran dg mu, dan hanya beliau satu2nya yg bernama paidi di kampung itu, kalau kamu ktmu dengannya sampaikan salamku dan mintalah nasehat padanya" begitulah yg dikatakan guru pemuda ini kepadanya,
waktu itu pemuda ini disuruh mencari wali paidi karena seringnya pemuda ini mengalami hal2 aneh, seperti ketika sholat, tiba2 ia sudah berada di makkah dan sholat dihadapan ka'bah, dan banyak orang yg melihatnya sholat di atas daun padahal dia ada dirumah, pemuda ini akhirnya sowan kepada gurunya dan melaporkan semua kejadian yg dialaminya, dan disuruh mencari kiai ali atau kiai paidi.
sesampai dikampung yg dimaksud, pemuda ini bertanya2 kpd orang2 dimanakah rumah kiai paidi.
" disini tidak ada yg namanya kiai paidi, yg ada kang paidi seorang penjual minyak wangi..
" begitu jawab orang kampung ketika ditanya pemuda ini
" baiklah, dimana rumah kang paidi penjual minyak wangi itu " tanya pemuda ini,
pemuda ini yakin bahwa kang paidi itulah kiai paidi yg dicarinya krn gurunya jg bilang bahwa nama paidi hanya satu orang dikampung ini.
pas waktu magrib pemuda ini sampai dirumah wali paidi, pemuda ini bertanya kepada seorang wanita yg berada didepan rumah wali paidi
" apakah benar ini rumah kang paidi penjualminyak wangi "
" benar nak, dia ada dilanggar itu, sedang ngimami sholat magrib " jawab wanita itu sambil menunjukkan langgar yg berada disebelah rumah wali paidi
" terima kasih bu.." jawab pemuda ini sambil menuju ke langgar guna sholat magrib dan sekalian sowan kpd kiai paidi.
sehabis wudlu pemuda ini masuk ke langgar sholat berjamaah bersama yg lain, dilihatnya yg sholat dilanggar ini cuma 3 orang, di berdiri disamping mereka, ketika pemuda ini mendengar surat alfatihah yg dibaca wali paidi, hati pemuda ini menjadi galau krn wali paidi ini ketika membaca huruf "ain" menjadi "ngg" , robbil 'alamin menjadi robbil ngalamin.....
" gimana mau khusu' dan diterima sholatnya wong bacanya aja udah keliru, apakah tidak salah gurunya menyuruhnya sowan kepadanya " gumam pemuda ini dlm hati..
setelah salam dan melakukan wirid seperti biasa pada umumnya, wali paidi ini melanjutkan dg sholat sunnah dan sehabis sholat sunnah wali paidi ini keluar dari langgar dan duduk2 diteras sambil merokok...
pemuda ini menghadap kepada wali paidi
" assalamu'aaikum..." salam pemuda ini
" wa ngalaikum salam..." jawab wali paidi sambil tersenyum
setelah menyampaikan salam gurunya kepada kiai paidi, pemuda ini menceritakan maksud kedatangannya dan menceritakan hal2 aneh yg dialaminya kpd wali paidi.
" hmm...saya jg heran, kok km sampai bisa seperti itu yah...mengalami hal2 yg menakjubkan padahal sholat kamu tadi aja masih sibuk ngurusi tajwid daripada ingat kepada Allah..." kata wali paidi kepada pemuda ini
seketika pucatlah wajah pemuda ini, dan dalam hati pemuda ini berkata :
" masya Allah...ternyata gurunya tidak salah mengenai kiai muda ini " pemuda ini semakin menundukkan kepalanya dihadapan wali paidi ini...
WALI PAIDI 6
Pemuda santri thoriqot ini hanya diam , tidak berani berkata banyak didepan wali paidi, suasana jadi hening, hanya terdengar suara wali paidi yg menghisap rokoknya,
“monggo kopine kang, dan ini rokoknya “wali paidi menawarkan kopi dan rokok dji sam soenya
“iya terimakasih...” setelah menyeruput kopinya pemuda ini mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya 
“gimana khabarnya mas kiai mursyid “tanya wali paidi 
“alhamdulillah baik-baik saja “jawab pemuda ini
“nanti sehabis sholat isya’ kamu dzikir aja di musholla sini, kalau nanti kamu tiba2 berada di tempat yg asing , kamu baca la haula wala quwwata illa billah 3x “pesan wali paidi 
“iya , mas paidi “jawab pemuda ini
Tidak lama kemudian terdengar suara adzan berkumandang, menunjukkan kalau waktu sholat isya’ telah tiba, tampak 3 orang yg tadi sholat magrib telah datang, setelah berwudlu mereka bertiga masuk ke musholla menunggu wali paidi. Wali paidi berdiri masuk ke dalam musholla dan mempersilahkan pemuda thoriqot ini untuk ngimami sholat isya’, tapi pemuda ini tidak mau,
Wali paidi akhirnya maju dan dimulailah sholat isya’ berjamaah, Pemuda thorqot ini sholat tepatdibelakang wali paidi, jadi pemuda ini dapat mendengar dg jelas suara wali paidi, tapi pemuda ini tidak mau mengulangi kesalahnnya diwaktu sholat magrib tadi, sambil membaca fatihah pemuda ini mulai mengajak hatinya berdzikir Allah...Allah...Allah...
Pemuda ini mulai merasakan ketenangan dalam sholatnya, suara hiruk pikuk disekitar musholla mulai hilang, suasana menjadi hening yg terdengar hanya suara wali paidi dan suara hatinya yg berdzikir, lama kelamaan suara wali paidi yg tadinya cemplang dan terdengar tidak bertajwid berubah menjadi sangat merdu dan sangat fasih, suara dan bacaan wali paidi bagaikan suara dan bacaan imam masjidil haram, setelah mendengar salam barulah pemuda ini seakan tersadar kembali lagi kedunia. 
Setelah membaca wirid seperti pada umumnya wali paidi mundur, melaksanakan sholat sunnah dua rokaat, setelah sholat wali paidi mendekati pemuda thoriqot ini 
“sampeyan disini aja , dan mualilah berdzikir seperti yg sampeyan lakukan “kata wali paidi 
“iya mas paidi “jawab pemuda ini singkat 
“ingat pesan saya tadi “kata wali paidi lagi
Pemuda ini menggangguk, setelah ke tiga orang yg ikut jamaah tadi keluar, wali paidi berdiri mematikan lampu musholla dan ikut keluar, tinggallah pemuda ini sendirian di dalam musholla. Pemuda thoriqot ini lalu duduk bersila, dan memulai membaca fatihah, tawasul kepada kanjeng nabi muhammad dan diteruskan tawasul kepada guru2nya, setelahnya barulah pemuda ini mulai membaca wirid yg selama ini selalu istiqomah ia baca, lama kelamaan suasana mulai berubah, angin yg tadinya menghembus sepoi2 berubah menjadi kencang, satu persatu benda-benda yg berada didalam musholla mulai hilang satu persatu, bahkan dirinya juga terasa ikut hilang, beriringan dg hilangnya tubuh pemuda ini, tampak di pengimaman ada cahaya putih yg kecil, hanya cahaya ini yg tampak karena semuanya telah hilang dalam pandangan mata pemuda ini, dan dg sayup2 mulailah terdengar suara orang yg berlalu-lanang membaca ta’bir dan tahmid,
cahaya yg tadinya kecil mulai membesar dan teranglah seluruhnya, dan tampaklah dg jelas didepan pemuda ini bangunan segi empat yg tertutup kain hitam yg disekelilingnya terlihat banyak orang yg berjalan mengitarinya, masya Allah ternyata pemuda ini telah berada di makkah , didalam masjidil haram 
Pemuda ini membathin, benarkah aku ini sekarang berada dimasijid haram, timbul keraguan didalam hati pemuda ini, dengan perlahan dia meletakkan tangannya di atas marmer masjid, ada sesuatu yg hangat yg mengalir ketangannya, 
“ini marmer sungguhan “bathin pemuda ini lagi 
Lalu pemuda ini berdiri melihat lalu lalang orang2 yg sedang berthowaf, ratusan ribu orang berjubel jadi satu dg pakaian putih saling bersahutan memuji Allah, pemuda ini lalu teringat dg pesan wali paidi, kemudian duduklah pemuda ini dan mulai membaca “la haula wala quwwata illa billah”
ketika bacaannya sampai ke bacaan yg ke tiga, datanglah angin yg sangat kencang, bumi makkah serasa bergoncang, seakan kena gempa, dan tanpa bisa dicegah tubuh pemuda thoriqot ini terguling guling, suasana menjadi gelap, tubuhnya baru terhenti ketika menabrak sesuatu, berangsur angsur suasana menjadi tenang kembali, pemuda ini mulai membuka matanya, betapa kaget dirinya, ternyata dia sekarang berada diatas tumpukkan sampah, tempat yg tadinya dikira masjidil haram ternyata Tempat Pembuangan Sampah.....
WALI PAIDI 7
setelah beberapa hari bersama wali paidi, si murid thoriqoh ini menghadap kepada guru mursyidnya guna melaporkan peristiwa yg dialaminya..
Kira2 sepuluh meter dari gerbang pondok, si murid ini sudah disambut kawannya yg juga mondok disitu dg berkata :
“ kang..sampeyan udah ditunggu mas yai didepan mushollah pondok...”
“ lho..yai sudah menunggu tho...” jawab simurid
“ iya kang...tadi kira-kira 1/5 jam yg lalu aku disuruh mas yai
membuat dua kopi dan beliau berpesan, setelah membuat kopi tolong taruh di depan mushollah dan cepat2 kamu kepintu gerbang karena dulurmu akan datang...” terang kawan simurid
Mereka berdua memasuki pintu gerbang pondok yg begitu kecil, pintu gerbang pondok disini memang beda dg pintu gerbang pondok2 lainnya, pintu gerbang disini Cuma satu daun pintunya dg ukuran 1 meter x 2 meter terbuat dari kayu yg dilapisi seng, kalau ada orang yg tidak pernah kepondok ini pasti tidak tahu pintu gerbangnya...
Pernah dulu abahnya mas yai ini mau merenovasi pintu gerbang ini dg membuatnya agak lebar dan diperbagus, tapi malamnya abahnya mas yai ini mimpi bertemu mbah yai yg mengatakan
“ nak...jgn dipugar pintu gerbang itu, biarlah seperti itu saja, biarlah orang mengira kalau disini tidak ada pondok..”
Setelah mimpi tersebut abah yai urung merenovasi pintu gerbang pondok, Setelah melewati pintu gerbang pondok si murid dan kawannya ini melihat mas yai sudah duduk sambil merokok di depan mushollah pondok dan didepannya ada dua cangkir kopi....
Si murid mengucapkan salam kpd mas yai :
“assalamu ‘alaikum..”
“wa alaikum salam” jawab mas yai
Setelah mencium tangan gurunya si murid ini duduk didepan mas yai sedang kawannya pergi tidak ikut duduk dengannya karena yg di panggil mas yai bukan dia...( inilah adab seorang murid)
Setelahmenceritakan pengalamannya, si murid ini bertanya kepada guru mursyidnya:
“yai..ketika sholat dulu,saya mendengar bacaan wali paidi itu tidak sempurna tapi lama kelamaan suara wali paidi ini berubah menjadi sempurna dan sangat merdu...apa maksud semua itu...”
Setelah menghisap rokoknya dalam2 mas yai ini berkata :
“ kamu kan jelas pernah mendengar, kata Nabi : bau mulut orang yg berpuasa itu wangi bagaikan minyak kesturi dihadapan Allah....ketika kamu mendengar suara kang paidi itu menjadi merdu, sesungguhnya kuping yg kamu pakai untuk mendengar itu kupingnya gusti Allah...kalau kupingmu sendiri yg kamu pakai maka terdengar seperti itu jadi terdengar tidak sempurna menurutmu, tapi dihadapan Allah bacaan kang paidi ini begitu merdu... begitu juga dg bau mulut orang yg berpuasa, akan tercium sangat busuk kalau menciumnya itu dg hidung kita sendiri...”
Simurid ini bertanya lagi :
“apakah kang paidi ini juga orang thoriqoh...”
“iya..dia murid abahku , kang paidi ini sebelum masuk thoriqoh perilakunya sudah sangat berthoriqoh...kalau kamu melihat tingkah polahnya yg awur2an itu hanya untuk menutupi ke sejati an dirinya... setahu saya kang paidi ini orang yg tidak punya su’udzon kepada orang lain, kepada siapapun orangnya baik anak kecil maupun maling , kang paidi ini tetap husnudzon, inilah salah satu kelebihan kang paidi..” jawab mas yai
“ tapi..mengapa bukan yai sendiri yg mengatakan kepada saya kalau selama ini tempat yg saya kira makkah itu sebenarnya tempat pembuangan sampah..” tanya si murid lagi
“ hahahaha....itu memang tugasnya kang paidi...dan lagi, tempat pembuangan sampah itu kan dekat dg mushollah kang paidi...kalau aku yg menunjukkan, kamu akan bingung berada dimana, sedangkan TPA itu jauh dari sini....
****
di tempat lain wali paidi sedang kedatangan seorang tamu yg pingin sekali bisa berangkat haji
“ kang ..saya ingin sekali bisa berangkat haji..tolong saya dikasih amalan yg bisa membuat saya bisa berangkat haji...” pinta orang tersebut
“ saya tidak bisa...coba sampeyan minta kepada yai yg lebih mengerti soal itu..saya ini orang bodoh..” jawab ali paidi
“ tidak kang ..saya tidak keliru krn saya bermimpi kalau sampeyanlah yg bisa menunjukkan jalan tersebut...” bantah orang tersebut
“ baiklah..kalau sampeyan memaksa....sehabis sholat shubuh sampeyan baca surat yasin sebanyak 7 X...kalau ada apa2 sampeyan kesini lagi..” jawab wali paidi
Setelah orang tersebut membacanya selama 1 bulan tapi tidak terjadi apa2 , orang ini kembali kepada wali paidi
“ tidak ada apa-apa kang....” kata orang yg kepingin haji ini
“ kalau gitu bacaan surat yasinnya ditambah surat waqiah sebanyak 7 x...nanti kalau ada apa-apa sampeyan kesini lagi...” kata wali paidi
Setelah dibaca selama 1 bulan surat yasin dan surat waqiah ini tetap tidak mengeluarkan tanda apa-apa, akhirnya orang ini kembali lagi ke wali paidi
“ masih belum ada tanda apa-apa kang....” kata orang yg kepingin haji
Wali paidi terdiam dan memejamkan matanya sebentar selanjutnya dg mantab dia berkata kepada orang tersebut :
“ kalau begitu...tambah lagi dg surat tanah...pasti sebentar lagi sampeyan akan berangkat haji....”
“ ha..ha..ha...” orang yg kepingin haji ini tertawa terbahak bahak mendengar jawaban wali paidi....

“ anu kang...katanya para kiai.... haji itu tidak hanya ibadah ruhani saja tapi juga ibadah jasadi terutama ibadah dengan bondo atau duit....” jawab wali paidi dg mimik serius tapi terlihat lucu
WALI PAIDI 8
Wali paidi menyusuri jalan, pergi tanpa arah dan tujuan, dia hanya berjalan dan berjalan, Lupa akan makan dan minum, wali paidi pingin menghindari orang2 yg mulai tahu kedudukannya, mulai banyak orang sekarang yg memanggilnya gus, memanggilnya kiai bahkan ada yg terang2an menggangilnya sang wali
Kehidupan wali paidi sekarang tampak ramai, ada saja orang yg memerlukan bantuannya, soal jodoh, soal penglaris dan ada juga yg hanya minta barokah do'a dan yg paling berat ada yg minta diakui murid. Wali paidi merasa terusik, dia kepingin merasakan kehidupannya yg dulu, orang2 hny mengenalnya sebagai penjual minyak wangi, dg pengajar alif2an di musholla kecilnya
Dan sekarang banyak orang yg berlomba2 pingin membangun mushollanya, Wali paidi pingin menghindari itu semua, dia jengah akan semua pujian yg dialamatkan pada dirinya, lebih2 akan datangnya malaikat yg
mengunjunginya baru2 ini.
Wali paidi mulai memasuki hutan belantara, dia berjalan terus dan berhenti ketika dia melihat didepannya ada sungai, Dia mendekati bibir sungai, dilihatnya airnya begitu jernih, dia menunduk dan mulai membasuh tangan dan mukanya, lalu wali paidi memperbarui wudlunya, karena wali paidi ini diberi kemampuan oleh Allah untuk selalu dlm keadan suci ( punya wudlu ) atau bahasa ngaji sak paran parannya "da'imul wudlu "
Setelah wudlu wali paidi baru sadar kalau ada orang yg agak jauh disampingnya, orang itu sedang memancing. Wali paidi mendekati orang itu, dia merasa orang itu bkn orang sembarangan melihat wajah dan tiba2 aja hati wali paidi semakin tentram ketika melihat orang ini, Wali paidi mau mengucapkan salam tapi kedahuluan orang tsb
" assalamu'alaikum kang paidi " ucap orang itu
" wa alaikum salam, kalau boleh tahu siapakan anda " tanya wali paidi keheranan
" untuk saat ini namaku syukron fahmi " jawab orang itu
Wali paidi terdiam, dia hanya menunduk memikirkan jawaban orang tsb, dan tiba2 saja sikap wali paidi berubah dg sendirinya tanpa ia sadari, wali paidi bersikap seakan mengahadapi gurunya
" kang paidi sampeyan tidak seharusnya menghindari semua itu, pujian2 itu adalah ujian buatmu, ujian yg berupa pujian itu lebih berat dari penghinaan, Allah mau meningkatkan derajad sampeyan..." ucap orang itu
Wali paidi semakin menunduk, ternyata orang yg sedang memancing ini tahu akan keadaan dirinya
" kang paidi, dg menghidari pujian2 itu sama saja sampeyan menafikan kekuatan Allah, krn smpyn merasa tidak mampu, padahal Allahlah yg memberi kekuatan " kata orang itu lagi
Wali paidi hny bs diam dan semakinmenunduk, air mata mulai meleleh dr matanya
" ingat, la haula wala quwwata illa billah, merasa mampu dan merasa tidak mampu itu tidak boleh, itu sudah syirik khofi bagi orang setingkat sampeyan, krn Allah yg memberi kekuatan, Allah meliputi segalanya "
Wali paidi menangis sesunggukan, dia yakin orang yg di depannya adalah nabiyullah Khidir, dia ingin bersalaman dgnya untuk memastikannya, setelah menangisnya agak reda, wali paidi mengangkat wajahnya dan mau bersalaman dg orang itu
Tapi orang yg mengaku bernama syukron fahmi sudah hilang dr hadapannya....
Setelah bertemu sosok yg mengaku bernama syukron fahmi, wali paidi masih terdiam dalam duduknya, masih terngiang2 ucapan sosok misterius yg menggugah jiwanya itu.
Wali paidi berdiri membersihkan tempat duduknya dan mulai melaksanakan sholat, setelah salam, wali paidi berdiri lagi dan melakukan sholat lagi, begitu terus sampai malam kira2 sekitar jam 9 malam, wali paidi berhenti dan melanjutkan dg melakukan wirid
Dia duduk bersila, memusatkan pikirannya, membuang jauh2 pikiran2 tentang dunia, menggerakkan hatinya untuk berdzikir sirr, dan entah berapa lama hal ini terjadi, dan kemudian wali paidi merasakan alam disekitarnya begitu hampa, tidak ada suara, semua yg berada disekitarnya jadi hitam gelap gulita, wali paidi seakan menjadi udara yg hampa dan bergerak mengitari alam yg hitam pekat ini.
Setelah berkeliling tampak didepannya ada dua sosok manusia yg sedang duduk seperti duduknya orang tahiat, dan berdiri disamping keduanya sosok berjubah putih yg bercahaya
Lamat-lamat wali paidi mengenali salah satu sosok yg duduk didepannya tsb.
" tidak salah lagi, beliau adalah imam ghozali mujtahid islam " bathin wali paidi
Lalu wali paidi melihat sosok baju putih itu maju kedepan dan berkata kepada sesuatu yg didepannya, sesuatu yg tdk terlihat
" gusti... bagaimana menurut njenengan thdp kedua kekasihmu ini yakni nabi musa dan al ghozali...? " tanya sosok putih itu
Lalu ada suara yg mengatakan
" musa dg ijinku bisa menghidupkan orang yg telah mati, tapi aku lebih suka thdp al ghozali krn dia dg ijinku pula bisa menghidupkan hati hamba2ku yg telah mati, banyak menghilangkan kebodohan dan membuka jalan buat hamba2ku untuk lebih mengenalku...."
Lalu ketiga sosok itu samar2 hilang dari pandangan wali paidi
Lalu lamat2 terdengarlah adzan subuh, sedikit demi sedikit alam mulai terlihat kembali
Setelah sholat, wali paidi bangkit dan kembali pulang....
BERSAMBUNG...

WALI PAIDI 3-4


(Pengarang : tidak tahu, diambil dari blog ekapitano)

Setelah beberapa hari di indonesia wali paidi ini berencana melakukan suluk nyepi ke gua
di gunung arjuna sesuai perintah sang sulthonul aulia...
wali paidi mulai berkemas untuk berangkat ke gunung arjuna. Ber pres2 rokok sudah disiapkan mulai dji sam soe, gudang garam dan djarum sudah lengkap, tidak ketinggalan kopi satu blek juga dibawahnya.
Setelah sampai di kaki gunung arjuna wali paidi mulai mendaki mencari gua yg di maksud oleh sang sulthonul aulia, pada hari yg ketujuh sejak pendakian wali paidi akhirnya menemukan gua tersebut, gua itu mulutnya kecil tertutup ilalang tp dalamnya luas , dipojok kiri ada sumber mata air dan di pojok kanan ada batu yg menyerupai meja yg kemungkinan oleh yg pny gua ini dulu dipakai untuk sholat.
Wali paidi menaruh barang bawaannya di sebelah batu yg mirip meja tsb, dan pergi menuju ke mata air untuk mandi dan berwudlu, ketika mandi hati wali paidi ini dg sendirinya berzikir dg cepat dan otomatis, pengetahuan ruhani wali paidi semakin bertambah, hatinya berbunga2 tanpa dpt ia cegah, nur bashirohnya semakin terang benderang, setelah berwudlu wali paidi ini melakukan sholat di atas batu yg mirip meja itu, beratus ratus rokaat tanpa terasa telah berlalu dan wali paidi baru sadar ketika terdengar ayam berkokok
Wali paidi turun dari batu menuju tempat perbekalannya untuk membuat kopi dan duduk santai sambil merokok, panci sudah di keluarkan dan rokok dji sam soe reefil sudah di siapkan, tapi alangkah kagetnya wali paidi ini ketika mencari korek tidak ada, ia keluarkan semua isi tasnya tapi tetap aja korek tidak ditemukan,
'' wadoh ciloko iki,'' wali paidi bergumam sendiri,
Dia melihat kopi satu blek yg aromanya begitu harum dan berpres-pres rokok berbagai merk tergeletak disamping kopi
'' wes..wes..muspro kabeh iki, kok bisa koreknya gak kebawa..'' kata wali paidi mulai kesal.
Satu dua hari dilalui wali paidi ini tanpa kopi dan rokok dan pada hari yg ketiga wali paidi mulai tidak tahan, hatinya semeblak ketika melihat kopi dan rokok yg terkulai tak berguna..
Wali paidi mulai membaca hizb, semua hizb ia kerahkan dan setelah membaca asyfa' 3x wali paidi ini mengusapkan telapak tangannya pada matanya dan byarr... Seluruh alam jin dan makhluk halus lainnya tampak sangat jelas, terlihat Wali paidi segerombolan jin diluar gua sebelah kiri. Kira-kira 10 meter dari mulut gua, wali paidi mendatangi bangsa jin yg terdekat dg gua tsb, gerombolan jin yg melihat wali paidi datang, tampak ketakutan
'' ada yg pny korek api?'' tanya wali paidi kpd bangsa jin
''kami gak punya'' jawab mereka.
Wali paidi lansung mengobrak abrik tempat para jin tsb, para jin lari tunggang langgang dan banyak sekali yg terluka. Selanjutnya Setiap tempat yg ada jinnya didatangi oleh wali paidi ini dan kalau ditanya jawabannya gak pny korek api maka wali paidi ini lansung mengobrak abrik tempat tersebut.
Gemparlah seluruh bangsa jin digunung arjuna melihat sepak terjang wali paidi ini, seluruh desa dan kota dari kerajaan jin di gunung arjuna ini telah di obrak abrik oleh wali paidi. Nama wali paidi menjadi terkenal menjadi momok yg menakutkan dikalangan bangsa jin.
Dan akhirnya tibalah wali paidi ini dipusat kerajaan bangsa jin, ketika sampai di gerbang kerajaan wali paidi disambut oleh 2 prajurit yg memang oleh raja mereka diperintahkan untuk menyambut wali paidi dan mengantarkan kepadanya.
Tampak wajah2 yg ketakutan di wajah prajurit jin ini melihat wali paidi, Dg suara tergagap - gagap prajurit ini mempersilahkan kpd wali paidi untuk masuk istana dan menemui raja mereka. Dalam istana raja jin yg bernama ismoyo ini sudah menunggu kedatangan wali paidi, setelah wali paidi masuk istana, raja ismoyo ini langsung turun dari singgasananya menyambut lansung wali paidi dan mempersilahkan wali paidi untuk duduk di sampingnya.
Dg agak takut raja ismoyo ini bertanya: '' hamba dengar tuan wali telah membuat geger kerajaan hamba, tuan telah mengobrak abrik seluruh wilayah kerajaan tanpa ada yg sanggup melawan tuan, apakah gerangan yg tuan cari , sehingga tuan murka begini, mungkin hamba bisa membantu,''
Wali paidi menjawab :'' aku mencari korek, apakah anda punya,''
Seluruh prajurit tegang menunggu jawaban raja mereka, senjata pedang dan tombak sudah mereka pegang dg erat bersiap kalau2 ada hal2 yg tdk di inginkan..
WALI PAIDI 4
..keringat yg berbau kemenyan keluar dr pori2para prajurit raja jin yakni raja ismoyo, suasana tegang masih sngt terasa, saking tegangnya ada perajurit yg terkencing2 di celana. hehehe
" tuan wali, buat apakah korek tsb kalau hamba boleh tahu " tanya raja ismoyo 
" buat menyalakan ini dan membuat ini " jawab wali paidi sambil menunjukkan rokok dan kopinya 
" hanya untuk itu .." tanya raja ismoyo heran 
" ya ..hanya untuk ini " jawab wali paidi singkat raja ismoyo membathin dalam hati, wali ini aneh, masak hanya gara2 pingin ngerokok dan ngopi aja dia telah menghacurkan kerajaanku, dasar wali semprul 
" eeitt...namaku paidi bkn semprul " sahut wali paidi 
" ah..maaf tuan, ternyata tuan bisa membaca isi hati hamba" raja ismoyo mulai takut dan heran 
" trus..gimana sampeyan punya korek apa tidak " tanya wali paidi lagi
 
" kalau hanya untuk menyalakan itu, pakai ini aja tuan " jawab raja ismoyo sambil menjulurkan jari telunjuknya yg tiba2 bisa mengeluarkan api 
" masya Allah...kalian kan mmg terbuat dari api, maaf baru ingat hehehe " jawab wali paidi sambil cengengesan. wali paidi mendekati raja ismoyo, mengeluarkan sebatang rokok dji sam soe refillnya dan mulai menghisap rokoknya
" hu...Allah...hu...Allah.." begitulah yg terdengar ktk wali paidi merokok,
selanjutnya raja ismoyo memanggil panglimanya dan berkata kepadanya :
" buat kan kopi buat tuan wali ini " perintah raja ismoyo sambil mengambil kopi dari wali paidi dan menyerahkan kpd panglimanya.
 
"jangan manis manis..ya.." wali paidi berpesan kerajaan raja ismoyo ini yg terkenal angker dan ditakuti bangsa jin dan manusia sekarang berubah bagaikan warung kopi pinggir jalan gara2 wali paidi
 
" sampeyan tdk merokok..." tanya wali paidi
 " tidak.." jawab sang raja 
 " apakah sampeyan jin muhammadiyyah " tanya wali paidi lagi 
 " saya tidak mengerti maksud tuan " jawab raja ismoyo heran
 " maaf, agama sampeyan apa " tanya wali paidi 
 " saya tidak beragama " jawab raja ismoyo 
 " oh..begitu.." gumam wali paidi keduanya lalu terdiam agak lama 
 " maaf tuan, wirid apa yg tuan baca, sehingga tuan tidak bisa dikalahkan oleh para prajurit saya " tanya raja ismoyo penasaran
 
" hizb dan sholawat " jawab wali paidi 
 " maukah tuan mengajarkan kepada saya " pinta raja ismoyo.
 
" ya...boleh, tp sampeyan harus masuk islam dulu " jawab wali paidi
lalu raja ismoyo memanggil panglimanya, memerintahkan kepadanya untuk mengumpulkan seluruh rakyat dan semua prajuritnya, dalam sekejab balai agung istana ramai dipenuhi prajurit dan rakyat, bahkan sampai meluber keluar istana, selanjutnya raja ismoyo bersimpuh dikaki wali paidi diikuti seluruh rakyatnya
" kami dg suka rela siap masuk islam, mengikuti agama tuan " kata raja ismoyo kpd wali paidi 
" baiklah....ikuti apa yg aku ucapkan..." kata wali paidi 
Dengan suara yg sangat berwibawa wali paidi mengucapkan dua kalimat syahadat diikuti seluruh bangsa jin kerajaan raja ismoyo. ucapan syahadat para bangsa jin ini menggema keseluruh gunung arjuna bahkan seluruh hewan digunung arjuna berhenti sejenak tidak ada yg bersuara mendengarkan ucapan syahadat ini,
setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, wali paidi mengajarkan pd mereka apa itu islam dan menjabarkan arti iman secara singkat.
selanjutnya wali paidi tinggal diistana raja ismoyo guna mengajari mereka cara sholat, cara ber dzikir dan lain sebagainya, setelah beberapa minggu tinggal diistana wali paidi akhirnya mohon pamit kepada raja ismoyo 
" kami masih butuh pencerahan dari tuan, sudilah kiranya tuan tetap disini beberapa hari lagi " pinta raja ismoyo kepada wali paidi
 
" jangan kuatir, kelak aku akan datang lagi kemari " kata wali paidi dan dengan tersenyum wali paidi mendekati raja ismoyo dan memegang dada raja ismoyo, sambil berkata : 
"ajaklah hatimu untuk dzikir terus menerus, ucapkan Allah...Allah....secara berkesinambungan, dalam keadaan apapun teruslah berdzikir, dan berusahalah selalu dlm keadaan punya wudlu, andai Allah mencabut nyawamu, km dlm keadaan suci..."
 
" terima kasih tuan, pesan tuan akan kami laksanakan.." jawab raja ismoyo dg ta'dzim
 
" kalo hatimu sudah bs berdzikir, maka Allah sendiri yg akan membibingmu..." kata wali paidi
 
" apakah kami akan menjadi wali kalau hati kami sdh bisa berdzikir sendiri " tanya raja ismoyo 
"ha..ha...ha....jangan sekali2 pny niat pingin menjadi wali, krn keinginan itu termasuk nafsu, berdzikirlah krn Allah, jgn ada niatan yg lain" jelas wali paidi
 
setelah menghisap rokoknya wali paidi berkata lagi " Allah menjadikan manusia pemimpin dimuka bumi ini,
dan mengangkat para walinya dari kalangan manusia " jelas wali paidi lagi
 
" oh begitu... kalau Allah menghendaki begitu kami sangat ridlo dg keputusan Allah tsb," jawab raja ismoyo maggut2 
 " kalau boleh tahu tuan ini wali yg bagaimana? " tanya raja ismoyo selanjutnya 
" hmm...aku adalah wali abdal, wali pengganti,kalo istilah dalam sepak bola sebagai pemain cadangan, wali tingkat rendah, aku dulu hny seorang abdi seorang kiai, tugasku hny menyiapkan rokok dan kopi, setelah kiai saya meninggal akulah yg dipilih Allah sebagai gantinya" terang wali paidi
 
" jadi wali itu jumlahnya tetap sama dr dulu sampai skrng ?" tanya raja ismoyo dg bersemangat
 
" iya, jumlahnya wali diseluruh dunia tetap sama, krn setiap yg meninggal pasti ada gantinya, biarpun km tidak ada hak untuk menjadi wali km hrs tetap semangat, krn dimata Allah derajad seseorang itu dilihat dr ketaqwaannya, wali itu hanya title yg diberikan Allah buat para wakil2nya dimuka bumi, guna untuk mengatur dan menata manusia dan wali dipilih dari pr hamba yg dikehendakiNya, bukan krn ibadahnya bukan krn dzikirnya tapi krn kehendak Allah, jd salah besar kalau ada orang yg pingin atau mempunyai cita2 menjadi wali..." jawab wali paidi
 
" terimakasih tuan...mudah2an apa yg tuan ajarkan kepada kami menjadi ilmu yg manfaat" ucap raja ismoyo 
akhirnya wali paidi pamit dan meninggalkan gunung arjuna diiringi raja ismoyo dan seluruh rakyatnya....
setelah wali paidi sudah tidak tampak raja ismoyo dg suara yg lantang berkata kepada rakyatnya
" rakyatku semuanya....nanti atau kapanpun, kalau ada orang yg ke gunung arjuna ini berbekal rokok dan kopi, jgn sampai di ganggu, jagalah mereka sampai mereka meninggalkan gunung arjuna ini, demi menghormati guru kita wali paidi "
 
" titah paduka akan kami laksanakan... " jawab mereka serempak
BERSAMBUNG...

WALI PAIDI 1-2

(Pengarang : tidak tahu, diambil dari blog ekapitano)

setiap tgl 10 arofah ada perkumpulan 40 wali diatas gunung di daerah makkah,
40 wali ini tersebar ke seluruh pelosok dunia, dan setiap tahun mereka berkumpul di atas
bukit di daerah makkah ini ( maaf tempat dirahasiakan) yg datang ada yg terbang,
ada yg naik sajadah sprti aladin, ada yg muncul dr bumi, ada yg naik burung, ada yg cling tahu2 sdh di tempat.

acara tahunan ini ( semacam reuni ) di pimpin lansung oleh king of the king sulthonul aulia ( gak pake pohan ) rajanya pr wali yg setiap masa hanya satu orang di JAGAD SELURUH ALAM SEMESTA ini, diatas bukit mulai terdengar dentuman2 lantunan dzikir yg terpancar dari hati mereka,
diatas bukit para malaikat berwujud awan ikut menyemarakkan acara reuni tahunan ini dg hembusan angin yg sepoi2 berlantunkan takbir, tahmid dan tahlil ( alhamdulillah malaikat e iki yo NU )

tampak di kejauhan di bawah bukit ada orang yg tdk terlalu tua tampak tertatih2 dan sngt kesulitan mencoba menaiki bukit, berbeda dg wali2 yg datang sebelumnya, seorang tua ini tampak sangat kesulitan menaiki bukit dg tongkatnya dia berusaha melewati bebatuan yg terjal dan berliku,
kadang dia berhenti sebentar tuk mengatur pernafasannya lalu melanjutkkan menaiki bukit lagi setelah sampai dipuncak tampak jelaslah orang ini, gemuruh nafasnya masih tampak tersenggal2 kecapekan.
pakaiannya biasa. jubah putih yg agak kecoklatan agak kotor,,walaupun kelelahanwajahnya selalu tersenyum dari wajahnya bisa dikatakan orang ini gak gampang meremehkan orang lain,tawadu dan sopan...
Para wali menghentikan aktifitasnya setelah melihat kedatangan orang tua ini,
suasana tiba2 hening, satu persatu pr wali menyalami orang ini dg penuh hormat dan takdzim...

'' ahlan wa sahlan ya habibullah ya sulthanul aulia...'' ucap mereka

eh ternyata orang yg tampak biasa sekali ini adalah rajanya para wali, keramatnya dan kesaktiannya se akan tidak ada sama sekali....

'' tolong panggilkan paidi arek indonesia itu suruh kesini...'' ucap sang sultonul aulia kpd pr wali disela2 kerumunan para wali

muncullah seorang pemuda dg jas layaknya tentara dan peci hitam yg agak tinggi,
dari wajahnya terlihat kalo paidi ini pemuda yg kocak, dg wajah cengar cengir pemuda ini mendekati sang sultan aulia dan mencium tangannya
setelah wali paidi ini menghadap. sang sulthon ini berkata kpdnya '' di..paidi sini aku minta rokoknya dan tolong sekalian masak air buatkan kopi..''

hehehe...ternyata wali yg kemana2 bawa rokok dan kopi hanya wali dari indonesia..

WALI PAIDI II

Sehabis dari pertemuan dimakkah, wali paidi kembali lagi keindonesia,
wali paidi pingin mencoba ilmu yang baru saja didapat dari temannya wali dari india,
naseer khan yaitu ilmu melipat bumi, teman wali paidi ini memang terkenal sakti,
seluruh biksu di india tidak dapat menandingi kesaktiannya,
bahkan biksu dari tibet banyak yang masuk islam, setelah kalah bertarung dengan naseer khan ini,
ketika berangkat kemakkah wali paidi “nunut” temannya dari india ini,
wali paidi hanya disuruh menggandeng tangannya lalu tiba-tiba saja cling
wali paidi dan temannya naseer khan sudah berada dimakkah diatas bukit tempat pertemuan.

dan karena kasihan wali naseer khan ini meng ijazahkan ilmu melipat bumi kepada wali paidi, supaya diacara pertemuan-pertemuan yang akan datang wali paidi tidak repot mencari tunutan lagi.

Wali paidi memejamkan matanya dan mulutnya mulai berkomat kamit membaca doa-doa khusus, tiba – tiba tubuh wali paidi terasa dingin, bumi yang didudukinya terasa seperti es, wali paidi membuka matanya tampak didepannya bukit yg tertutup es, dia melihat kebawah, bumi yg didudukinya juga terbuat dari es,

“dimanakah aku ini “ bathin wali paidi

Wali paidi berdiri, melihat sekelilingnya, semuanya tampak putih tertutup salju,
wali paidi berjalan mengitari tempat yg belum pernah dilihat selama hidupnya, sepi tiada orang sama sekali, lamat lamat wali paidi mendengar ada orang yg bersenandung membaca sholawat, wali paidi dengan langkah perlahan lahan mengikuti asal suara senandung sholawat tersebut, dan tampaklah di depannya beruang besar putih, membungkuk ditepi sungai mencari makanan ikan segar,

masya Allah ternyata yg bersenandung itu bukan manusia tapi beruang putih ini, wali paidi berhenti, beruang putih itu menoleh kepada wali paidi dan berkata kepadanya

“assalamu’alaikum “ucap beruang itu

“wa alaiku salam “jawab wali paidi dg perasaan kaget dan heran

“kamu wali paidi ya, aku tadi dapat khabar kalau nanti ada orang yg kesasar kesini, namanya wali paidi, “ucap beruang itu,

setelah memakan ikan yg baru didapatnya beruang putih itu melanjutkan berkata lagi

“kamu jangan kuatir memang sudah biasa orang belajar itu tidak bisa lansung menguasai ilmu yang baru didapatnya, cobalah sekali lagi ” kata beruang tersebut lalu pergi meninggalkan wali paidi

Wali paidi diam seribu bahasa, wali paidi mendongak ke atas melihat posisi matahari, ternyata dia kesasar ke kutub selatan , dan bertemu beruang putih yg bisa bicara,
Setelah sholat sunnah dua rokaat, wali paidi mulai merapal doanya kembali dan cling....
Wali paidi membuka matanya kembali, dan betapa kagetnya wai paidi ketika membuka matanya tampak disekelilingnya banyak orang berlarian dg memakai baju gamis selutut dg memakai surban, tampak ditangan mereka senjata AK 47, terdengar suara bising peluru berseliweran

“aduh..kesasar lagi aku ini, tadi kesasar kekutub selatan , sekarang kesasar lagi ke afghanistan, wes- wes kok gak kesasar ke hollywood saja...”

Wali paidi mengamati salah satu pasukan yg semuanya berjenggot panjang, wali paidi tersenyum sendiri melihat jenggot mereka, memang di negara yg dikuasai taliban ini bukan operasi helm yg dilakukan disana tapi operasi jenggot, kalau ada laki-laki yg tidak berjenggot maka kena tilang.
Wali paidi berdiri berjalan mencari ketempat yg sepi, wali paidi tidak suka dg peperangan,
wali paidi memutuskan untuk lansung pergi saja, setelah menemukan tempat yang sepi
wali paidi mulai merapal do’a-do’a ilmu melipat buminya lagi
Angin sepoi-sepoi menerpa wajah wali paidi, wali paidi membathin mudah-mudahan tidak kesasar lagi, wali paidi membuka matanya perlahan-lahan tampak didepannya rumah yg terbuat dari kayu, persis rumah para transmigrasi diluar pulau, tidak lama kemudian keluarlah seorang tua berpeci putih
dg baju taqwa dan bersarung melambaikan tangannya memanggil wali paidi,
wali paidi teringat dg orang tua ini, beliau adalah habib ali alhabsyi pahat malasya,
yg kemarin juga ikut pertemuan di makkah,

“masya Allah ternyata aku masih kesasar lagi “ bathin wali paidi

Wali paidi melangkahkan kakinya mendekati habib ali alhabsyi, wali paidi teringat beberapa tahun yg lalu ketika sayyid maliki dari makkah mau berkunjung ke ndalemnya habib ali ini,
di dalam perjalanan sayyid maliki ini tiba- tiba merasakan kangen yg amat sangat terhadap datuknya baginda Nabi Muhammad, setelah sampai didepan ndalem habib ali ,
habib ali hanya menyuruh masuk sayyid maliki, sedang rombongan yg lain disuruh menunggu diluar, beberapa menit kemudian sayyid maliki keluar dg beruraikan air mata, sayyid maliki menangis tersedu- sedu

“sudah terobati kangenku...”ucap sayyid maliki dg masih menangis

Ternyata ketika sayyid maliki masuk ke ndalemnya habib ali, sayyid maliki dipertemukan oleh habib ali dengan baginda Nabi Muhammad , subhanallah.....

“mari masuk nak, jangan melamun saja “ucap habib ali

“inggih mbah...” jawab wali paidi, lalu melangkah mendekati habib ali ,

setelah mencium tangan beliau, wali paidi masuk ke ndalem

“ kamu memang gak bakat dg ilmu melipat bumi itu nak paidi, jadi nanti gak usah dicoba lagi, kamu naik pesawat saja dari sini ke indonesia “kata habib ali

“ inggih mbah “ jawab wali paidi

“siapa tahu nanti ketika kamu naik pesawat, kamu bertemu dg mulan jameela yg kamu gandrungi itu “ goda habib ali

“hahaha....”wali paidi hanya bisa tertawa mendengar godaan habib ali ini

Setelah makan bersama, wali paidi pamit pulang, habib ali menepuk- nepuk pundak wali paidi mengantarkannya keluar dari ndalem

“ingat perintah sang sultan nak paidi, setelah sampai ke rumah segeralah ke gunung arjuna untuk kholwat disana..”

“inggih mbah “ jawab wali paidi

Setelah mencium tangan habib ali, wali paidi beranjak pergi kebandara , naik pesawat pulang ke indonesia

BERSAMBUNG...

Kamis, 19 Januari 2017

Mari Dukung ”Gerakan Mari Belanja di Warung Tetangga”

Berbelanja kebutuhan harian, mingguan atau bulanan keluarga, biasanya kita lakukan di hari libur. Tetapi, bijakkah kita bila membeli jauh-jauh ke pusat belanja “modern”? Coba tengok kebiasaan kita ini. Belanja di swalayan ****Mart atau ****Mart, semua barang memang terpampang. Tapi, hampir tak ada interaksi kemanusiaan. Apalagi pertemanan dan persaudaraan. Bertahun-tahun kita menjadi pelanggan, yang bahkan dibuktikan dengan “kartu pelanggan”, tapi sungguh penjualnya tetap tidak kita kenal. Bahkan pelayanpun kita tak tahu siapa, apa dan bagaimana kehidupan mereka. Komunikasi hanya dengan “pelayan”, ingat bukan “penjual”. Dan hanya seputar transaksi saja. Itupun sekarang diwakili dengan tulisan.

Sementara ketika kita membeli di warung tetangga, selain dekat, juga ada interaksi sosial kemasyarakatan yang akrab. Ada “obrolan”, bukan sekedar transaksi barang yang menghilangkan nilai sosial kemanusiaan kita. Kita jadi tahu, kenal dan dekat dapat silaturahmi dengan masyarakat dan lingkungan. Komunikasi beginilah yang manusiawi. Yang menghubungkan antar orang, komunitas dan masyarakat. Bukan sekedar barang, angka penjualan dan plastik kemasan.
Membeli di warung tetangga akan menumbuhkan kekuatan ekonomi keluarga itu. Kita jadi berperan bagi tegaknya ekonomi dan ketahanan sebuah keluarga. Suami, istri dan anak-anaknya. Dan mereka, berperan sebagai penjual. Berwirausaha. Bukan sekedar menjadi pelayan alias babu dari para pemilik modal kapitalis liberal yang berdalih seragam karyawan. Bayangkan, sampai umur berapa toko-toko modern mau mempekerjakan para pelayan ini? Cuma saat usia muda. Sedang dengan menjadi “penjual” sebenarnya mereka akan “terhidupi” bahkan sampai anak-anak mereka dewasa.

Belum lagi soal efektifitas budget kita. Bayangkan, saya pernah uji coba, membawa uang 100 ribu dan pergi ke toko swalayan modern. Ternyata kurang! Dan lihat belanjaannya. Saya banyak membeli barang yang tak perlu. Karena godaan iklan dan penataan, saya melakukan pemborosan!

Sedang ketika saya ke warung tetangga, uang 100 ribu masih sisa. Barangnya pun sangat fungsional, benar-benar kebutuhan pokok. Dan saya mendapatkan bonus ungkapan penjual yang membahagiakan, “Alhamdulillah syukur ya, pagi-pagi sudah ada yang belanja 75 ribu. Makasih ya bu,” sambil tersenyum tulus. Sungguh itu bonus yang lebih mahal daripada sekedar “obral dan diskon ngakali” yang penuh strategi bisnis.

Jadi berpikirlah sebelum berbelanja! Shopping lah di warung tetangga atau pasar tradisional. Nikmatilah sisi kemanusiaan anda. Disitulah “rekreasi sebenarnya”. Jangan buang waktu anda di swalayan dan supermall modern hanya untuk membeli kebutuhan pokok rumah tangga anda. Warung tetangga jauh lebih murah, manusiawi, menumbuhkan ekonomi, memberdayakan masyarakat, dan ada nilai silaturahmi antar tetangga.
Mau umur panjang dan banyak rejeki? Mari biasakan berbelanja di warung tetangga baik kita.

Sekali lagi “Ayo Selamatkan Warung/Toko dan Pasar Tradisional di sekeliling kita”! (*)

HIKAYAT KOPI

Seorang pria Arab bernama Khalid sedang menggembalakan kambing di wilayah Kaffa, selatan Ethiopia. Dia memperhatikan kambingnya menjadi terlihat lebih bergairah dan bersemangat setelah memakan buahbuahan kecil, seperti beri yang berwarna gelap. Rasa penasaran membuatnya memetik dan membawa pulang buah-buahan yang dimakan sang kambing.

Sesampai di rumah, dimasaklah buah-buahan yang ternyata mengandung biji yang cukup besar itu. Khalid telah membuat minuman kopi pertama dari buah yang awalnya disebut bun itu. Sejak itu, biji kopi diekspor dari Ethiopia ke Yaman pada abad ke-10. Hingga akhir abad ke-15, kopi telah mencapai Makkah dan Turki, baru kemudian bisa dinikmati masyarakat Mesir.

Di Timur Tengah, orang orang sufi menyeruput kopi untuk alasan yang sama dengan peminum kopi saat ini, yakni agar bisa tetap terjaga. Para sufi memerlukan kopi untuk membantu dalam ritual-ritual zikir semalam suntuk. Penganut tarekat diyakini menyebarkan kopi di dunia Arab pada abad 13 sampai 15 M. Karena itulah, kopi menyebar ke seluruh dunia, tak hanya lewat pedagang dan pengelana, tapi juga lewat para jamaah haji.

Diawali seorang syekh dari tarekat Sya dziliyah yang memperkenalkan minum kopi di Ethiopia. Tidak jelas siapa tokoh itu, namun diyakini beliau adalah Abul Hasan Ali ibn Umar yang duduk sebagai hakim di pemerintahan Sultan Sadaddin II di selatan Ethiopia.

Syekh Ali kemudian pulang kembali ke Yaman sambil membawa pengetahuan bahwa biji kopi tak hanya bisa dimakan, tapi juga bisa membuat badan terjaga semalaman. Saat ini, sang syekh dinobatkan sebagai wali bagi para petani kopi dan tentu saja para penikmat kopi. Di Aljazair, kopi kadang disebut sebagai “syadziliyah”, sebagai penghormatan untuk sang wali kopi itu.

Minuman kopi diberi nama qahwa, kata yang biasanya dinisbahkan untuk anggur. Bagi orang Eropa yang mengenal kopi sebagai minuman keren dari Arabia, mereka menyebutnya sebagai “anggur dunia Islam.” Bila para sufi memperkenalkan cara membuat kopi dengan memasak bubuk kopi dalam air, orang Persia menemukan bahwa memanggang biji kopi akan lebih menguarkan aromanya.

Seorang sufi bernama Shadili Abu Bakar ibn Abdullah Alaydrus sangat terpesona dengan efek yang ditimbulkan kopi sehingga dia menciptakan sebuah puisi (qasidah) untuk memuja kopi. Para penikmat kopi pada masa itu bahkan memperkenalkan istilah marqaha untuk euforia dari efek minum kopi.

Shaikh ibn Ismail Ba Alawi menyatakan bahwa meminum kopi yang ditujukan untuk memperkuat ibadah dan keimanan bisa mengantarkan pada kondisi qahwa ma’nawiyah (qahwa yang ideal) dan qahwa al-Sufiyya, kondisi yang menyenangkan ketika seorang hamba Tuhan bisa mengetahui rahasia-rahasia tersembunyi di dunia ini dan dunia langit.

Para darwis dari Tarekat Syadziliyah ini termasuk penganut sufi yang paling aktif dalam segala urusan duniawi. Konon, pendiri tarekat ini, Shaikh Abul Hasan asy-Syadzili enggan mengangkat murid yang belum mempunyai pekerjaan. Maka, kopi dipandang memberi manfaat untuk mendongkrak gairah kerja yang pada akhirnya bisa mendorong perekonomian.

Di Makkah, tempat pertemuan para jamaah haji dari seluruh penjuru dunia Islam, kopi sangatlah populer. Menurut sejarawan Arab, kopi bahkan disajikan di Masjidil Haram. Karenanya, jarang sekali ada acara zikir atau maulid tanpa adanya suguhan kopi. Al Azhar, Mesir, juga menjadi pusat dari acara minum kopi yang kemudian dijadikan ritual resmi. Penulis abad ke-16, Ibnu Abdul Ghaffar, menceritakan mengenai suasana pertemuan para darwis atau penganut sufi di Kairo.

‘’Mereka minum kopi setiap Senin dan Jumat, menyajikannya dalam wadah yang besar terbuat dari tanah liat merah. Sang pemimpin kemudian menyendokkan minuman itu dan membagikan kepada para pengikutnya, mulai dari sebelah kanan, sambil mereka menggumamkan lafaz-lafaz tertentu, biasanya La Ilaha Illallah.’’ Para sufi di Yaman pada masa lalu meminum kopi sambil melafalkan ratib, zikir dengan mengulangulang kata Ya Qawiyyu (Wahai Pemilik Segala Kekuatan) sampai 116 kali.

Legenda kopi melangkah lebih jauh lagi dengan adanya cerita dari Persia bahwa minuman itu pernah disajikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad yang sedang tidur. Cerita lain menyebutkan bahwa Raja Sulaiman pernah menyembuhkan penduduk satu kota yang menderita penyakit misterius dengan menyajikan minuman dari biji kopi yang dipanggang. Konon, hal itu atas perintah Malaikat Jibril.

*)disarikan dari berbagai sumber

Kamis, 05 Januari 2017

Apel Kesetiaan; Tabarrukan Ulama Penyala “Api NU”

PACITAN - Dua hari jelang Apel Kesetiaan NU terhadap NKRI di Pacitan (Sabtu, 7/1/17), para koordinator dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur mulai berdatangan. Ahmad Sudarto, Sekretaris PCNU Magetan, koordinator pelaksana Apel Kesetiaan menyatakan, 75 persen sarana prasarana untuk apel kesetiaan sudah siap. “Malam ini, Kamis (5/1/17) kami rapat koordinasi dan pengecekan teknis penyiapan apel di lokasi,”kata Sudarto.
“Alhamdulillah, Kamis panitia pelaksana yang dipimpin Dr Rubaidi menyempatkan berziarah ke makam waliyyullah, Mbah Kyai Umar Syahid. Apel Kesetiaan ini juga tabarrukan kepada beliau," tambah Sudarto.
Tabarrukan. Kata ini lebih tepat digunakan dalam meneladani ulama yang dalam hidupnya diabdikan untuk menyalakan “Api NU”*.
Enceng Shobirin, salah seorang Tim PKPNU yang ikut sowan kepada beliau pada 4 Desember 2016, di sela-sela pelaksanaan PKPNU PCNU Pacitan Angkatan I, tanggal 2-4 Desember 2016, membuat catatan menarik beberapa saat setelah mendengar ulama kharismatik itu wafat.

*Berikut tulisan Enceng Shobirin*:
Kabar mengenai wafatnya KH. Umar Syahid tidak tersimak tadi malam selepas pertemuan dengan Sahabat Mun'im DZ dan Adnan Anwar. Sangat mengejutkan. Kabar duka melalui WhatsApp itu baru terlihat setelah sampai rumah. Tidak mau tertegun berlama-lama, saya tahlil untuk beliau dan berdo’a “mudah-mudahan husnul khotimah. Amin”.
Masih terbayang di mata saya saat sowan bersama rombongan. Idealisme ke-NU-an dan ke-NKRI-an memancar dalam semangat hidup Mbah KH. Umar Tumbu yang masih sangat membara. Padahal usianya sudah 123 tahun.
Beliau sadar betul dengan kondisi fisiknya yang sudah sepuh sekali, akan tetapi terus mengikuti perkembangan situasi dan kondisi, terutama mengenai NU dan warganya. Sambil tergeletak di pembaringan, beliau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan.
Secara umum betul apa yang dicatat Sahabat Mun'im? *(baca tulisan sebelumnya).*Beliau memberi contoh bagaimana menghidupi dan merawat NU, memberikan sebagian hartanya untuk NU yang sangat dicintainya, bukan mengambil sesuatu dari NU untuk dimilikinya.
Dengan demikian itu, Mbah Umar Tumbu telah menunjukkan kecintaan yang tulus, pengabdian yang ikhlas untuk menjaga dan menghidupkan NU secara diatas daya upaya dan kemampuan dirinya. Pendekatannya yang sangat mandiri ini terbukti betul sudah mempertahankan "api" hidup NU meski didzolimi dan ditindas begitu rupa oleh rezim Orde Baru.
Istilah *"Api NU"* kiranya cukup menggambarkan bagaimana Mbah Umar Tumbu berkontribusi besar dalam memelihara nyawa NU dari represi Orde Baru. Dicatat oleh para aktivis NU Pacitan; dahsyatnya represi itu tergambarkan oleh lepasnya 106 sekolah NU karena dirampas oleh dua kelompok ormas lain atas nama rezim yang berkuasa. Dan sampai sekarang pun, semua sekolah itu tidak kunjung dikembalikan kepada NU.
Beliau tidak menengok kiri-kanan atau bahkan tidak suka memperbandingkannya dengan apa yang dilakukan oleh orang lain, apalagi dengan perbuatan yang tidak baik bagi NU. Di tangan beliau, idealisme bukan sesuatu yang abstrak, bukan hayalan, tetapi sesuatu yang kongkret dan bisa diwujud-nyatakan.
Sabahat Mun'im menyebut contoh konkret pembangunan menara mencusuar NU dan sebidang tanah yang sudah diwakafkan beliau kepada NU. Sikap ini betul-betul membuat kita malu dan merasa diri tidak berarti. Apa yang beliau lakukan menjadi tidak bernilai karena beliau bukanlah orang yang bergelimang harta dan rizki, yang kemudian diwakafkan itu hanyalah hasil jualan tumbu dari kampung ke kampung?.
Meski tidak tahu banyak, tapi kita bisa membayangkan kiprah dan kontribusi tidak terhitung yang beliau berikan sepanjang hidupnya, sehingga *"api NU"* itu terpelihara di hatinya, di kalangan warga NU menemui beliau, dan di daerahnya, Pacitan.
Pelajaran yang sudah ditunjukkan secara terang benderang oleh Kyai Kampung yang mulia dan bersahaja ini; bahwa idealisme dan keswadayaan bukan omong kosong tetapi sangat mungkin dilakukan manakala didukung dengan tekad dan semangat dedikasi yang kuat.
Idealisme pendekatan kultural semacam itu bisa saja ditertawakan, atau bahkan dilecehkan oleh sementara kalangan NU, akan tetapi Mbah Umar Tumbu sudah menunjukkan dengan bukti yang tak terbantahkan. Sekaligus kita tarik pelajaran penting, bahwa strategi yang benar untuk mempertahankan dan membangun NU adalah strategi kultural seperti itu.
Dengan pendekatan itu bukan hanya NU bisa bertahan dan tetap dekat serta diterima masyarakat, akan tetapi juga membuat NU bermartabat. Martabat NU akan menjulang tinggi bagai menara mencusuar NU setinggi martabat Mbah Umar Tumbu yang membangunnya.
Mbah Umar Tumbu, mudah-mudahan apa yang panjenengan sudah contohkan itu bisa kami lanjutkan?.
Ya Allah, yang Maha Pengampun, limpahkanlah maghfiroh-Mu kepada beliau dan mohon ditempatkan di surga terbaik bersama para muassis NU. Amin, lahum *Al-Fatihah*. (tim)

posted from Bloggeroid